INDOVISION

Indovision Sales Website

AJANG GELAK TAWA

gif

TOTAL KUNJUNGAN

MY VISITORS

Blog Archive

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sajak Pekerjaan

Written By Kang Soegie on Selasa, 10 Desember 2013 | 18.25

Pada saat keluyuran di facebook, tanpa sengaja Kang Soegie menemukan satu postingan yang dibagikan salah satu teman yang isinya begitu menarik untuk dibaca dan dipahami.

Oya, link postingannya adalah ini : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=470078639767553&set=a.395640007211417.1073741826.100002962645607&type=1&theater

Menurut Kang Soegie, postingan diatas yang dibagikan oleh salah satu temen di facebook tersebut, kalau ditelaah, maknanya sungguh sangat dalam. Penuh petuah untuk berjalan di koridor yang benar pada saat menapaki hidup, sebagai apapun kita.

Kang Soegie sangat tertarik dengan isi tulisan tersebut, untuk itu atas seijin yang posting di facebook, Kang Soegie bagikan juga tulisan tersebut disini, agar sobat-sobat Kang Soegie bisa ikut menyimak isi dari tulisan itu.

*Sajak Pekerjaan*

1. Nak, jangan jadi pengacara kalau kau tidak kuat.
Membela yang kaya (dan nyata-nyata salah), kau masuk neraka, meski banyak uangnya.
Membela yang miskin dan papa (nyata-nyata benar), musuhmu menggunung di dunia, pun miskin pula kau, bujang. Nasib sekali profesi ini, sama dengan profesi hakim, jaksa dan sebagainya.

2. Nak, jangan jadi dokter kalau kau tidak tulus.
Susah payah menimba ilmu (mahal pula), kadang hanya dibayar dengan ucapan terimakasih.
Saat hendak menuntut imbalan dan perhatian yang layak dari pemerintah, malah disangka penuntut dan tidak ihklas. Ini pun serupa dengan bidan dan petugas kesehatan lainnya, mahfumnya demikian.

3. Nak, jangan jadi guru kalau kau tidak tahan.
Menghabiskan waktu berhari-hari mengajari murid-murid, dianggap memang itulah tugasnya. Biasa sajalah. Saat murid-muridnya tidak pintar, bandel, nakal, yang disalahkan adalah gurunya. Ini pun sama dengan pekerjaan guru ngaji, tutor, dosen dan sebagainya.

4. Nak, jangan jadi polisi kalau kau tidak gagah perkasa.
Bukan gagah perkasa fisiknya, karena itu memang harus. Tapi gagah perkasa hatinya. Membela orang salah (tapi berkuasa), kelak teman kau di neraka banyak. Membela orang benar (tapi lemah), musuh kau di kantor yang bisa jadi banyak sekali. Ini senasib dengan pekerjaan sipir dan sejenisnya.

5. Nak, jangan jadi PNS kalau kau tidak mantap, --aduh rumit sekali sebutan ini.--
Kau kaya disangka korup. Kau jalan2 di mall disangka kelayapan. Kau banyak internetan disangka maling waktu. Padahal boleh jadi ada PNS yang job desc-nya demikian --terlepas yang lebih banyak tidak--.
Belum lagi bisik2 dan tatapan2 meremehkan lainnya, kecuali kau mantap, Nak.

6. Nak, jangan jadi karyawan atau buruh kalau kau tidak sungguh-sungguh.
Giat bekerja sesuai waktu memang begitulah SOP dan kebutuhannya. Diperintah dan disuruh-suruh sudah resikonya. Bekerja tiap hari hanya membuat pemilik perusahaan tambah kaya raya. Seolah terjamin masa tua, digaji mahal, tapi lupa berapa harganya masa muda yang diberikan. Hanya untuk pensiun dan menerima selembar kertas masa bakti dan ucapan terima kasih.
-----------------------

Aduh, Bapak pusing sekali harus memberi tahu, kelak kau sebaiknya jadi apa. Sepertinya semua pekerjaan punya resikonya. Maka baiklah, kita fokus saja pada hal terpentingnya. Semoga besok lusa kau tumbuh jadi anak yang kuat, tahan banting, tulus, mantap, sungguh-sungguh. Maka, apapun profesinya, kau siap. Tetap berdiri tegar dengan pemahaman terbaiknya.

(by :*Tere Liye)



Terimakasih Kang Soegie ucapkan kepada Bli Nyoman Wijaya
18.25 | 0 komentar | Read More

Keikhlasan...

Written By Kang Soegie on Selasa, 05 Februari 2013 | 14.52

Ada pepatah konyol yang menjabarkan arti kata Ikhlas :

Ikhlas itu adalah seperti pada saat kita buang air besar... Seberapa mahalpun makanan yang telah kita makan, kita tidak merasa sedikitpun menyesal telah membuangnya...

Perumpamaan diatas memang konyol dan menggelikan, tapi secara harfiah, memang benar, itukan sebuah "Keikhlasan" ?

Tadi malam, sekitar jam 8an, pada saat Kang Soegie lagi enak-enak-nya leyeh-leyeh di tempat tidur sambil nonton tv, tiba-tiba pintu kamar kost ada yang ketuk. Ketika Kang Soegie buka, banyak bergerombol anak-anak muda dan salah seorangnya nyodorin map sambil berkata :"Maaf mas, kami dari pemuda banjar di belakang, mau minta sumbangan alakadarnya untuk ogoh-ogoh..." terus Kang Soegie tanya :"berapa yah ? yang lain gimana ? ngasih berapa mereka ?", yang nyodorin map menjawab :"serelanya mas, tapi biasanya sich sepuluh ribu...."

Dan Kang Soegie-pun mengambil dompet dan mengeluarkan uang lembaran lima ribuan dua lembar lalu menyerahkannya pada anak-anak muda tersebut. Relakah/Ikhlaskah Kang Soegie ? entahlah.. antara tidak ikhlas dan mencoba untuk mengikhlaskan/merelakannya berbaur tumpang-tindih.

Keikhlasan... sebuah kata kerja yang begitu mudah untuk diucapkan dan banyak terdengar oleh kita yang sering mengucapkannya. Lalu bagaimana dengan pengaplikasian Keihlasan tersebut dalam kehidupan sehari-hari ?

Dalam kehidupan sosial, apakah itu relation dalam bentuk pertemanan atau per"kasih"an antara dua orang atau lebih, sebuah ke'tulus'an yang dapat diartikan dengan ke'ikhlas'an, sepertinya telah menjadi absurd. Pastinya dengan atau tanpa kita sadari, kita selalu memilih teman itu karena ada apa-apanya yang bisa kita ambil manfaat. Dan jadilah, dalam setiap hubungan itu azas manfaat atau saling memanfaatkan pasti terjadi. Disadari atau tidak ! Lalu dimanakah letak ke'tulus'an dan ke'ikhlas'an ? Entahlah

Pada saat  kita menyumbang atau beramal, baik langsung ke personal ataukah ke tempat ibadah pada saat kita beribadah dan atau ke badan-badan amal/zakat, diakui atau tidak diakui, bukankah di relung hati kita selalu tersimpan harap bahwa apa-apa yang telah kita berikan akan mendapat balasan/imbalan. Lalu dimanakah letak ke'tulus'an dan ke'ikhlas'an ? Entahlah

Dan bahkan, sering terucap dari mulut-mulut orang tua bahwa kita mengurus anak-anak kita yang notabene adalah anak kandung kita, darah daging kita, seringkali terbersit harapan kelak suatu hari nanti, kita akan balik diurus oleh mereka, anak-anak kita. Bukankah itu juga berarti, kita mengharapkan pamrih ? sebuah imbalan ? Lalu, dimanakah letak ke'tulus'an dan ke'ikhlas'an ? Entahlah


14.52 | 0 komentar | Read More

Agama Yang Terbaik - Wawancara dengan DALAI LAMA

Written By Kang Soegie on Rabu, 30 Januari 2013 | 10.59

AGAMA YANG TERBAIK.
Wawancara dengan DALAI LAMA

Seorang teologist Brazil, Leonardo Boff menulis:

Dalam sebuah diskusi meja bundar tentang agama dan kebebasan di mana Dalai Lama dan saya sendiri berpartisipasi saat istirahat, dengan licik dan penuh kepentingan,
saya bertanya padanya:

“Yang Mulia, apakah agama yang terbaik?”

Kupikir Beliau akan berkata:
“Buddhis Tibet” atau “Agama-agama timur yang lebih tua dari Kristen”.

Dalai Lama diam, tersenyum dan memandang mataku... mengejutkanku karena aku tau unsur licik dalam pertanyaanku.

Beliau menjawab:
“Agama yang terbaik adalah agama yang membawamu paling dekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi pribadi yang lebih baik”

Untuk menutupi rasa malu dengan jawaban yang begitu bijak, saya bertanya lagi;
“Apa yang membuatku menjadi lebih baik?”

Beliau menanggapi:
“Apapun yang membuatmu menjadi
lebih welas asih,
lebih berpikiran sehat,
lebih terbebaskan,
lebih menyayangi,
lebih manusiawi,
lebih bertanggung jawab,
lebih bersusila,
Agama yang membuatmu demikianlah agama terbaik”

Aku terdiam sejenak, mengagumi dan bahkan hingga kini masih memikirkan tanggapan beliau yang tak terbantahkan ini.

“Aku tak tertarik, kawanku, apa agamamu atau apakah kau beragama atau tidak. Yang terpenting bagiku adalah perilakumu di depan sesamamu,keluargamu, lingkungan kerjamu, komunitasmu dan di hadapan dunia”

“Ingatlah, alam semesta adalah gema dari sikap kita dan pikiran kita”

“Hukum Aksi-reaksi tidak semata untuk benda fisik saja. Namun juga untuk hubungan antar manusia.
Bila aku bertindak dengan kebaikan, aku akan menerima kebaikan. Bila aku bertindak dengan kejahatan, aku akan menerima kejahatan”

"Apa yang diajarkan nenek moyang kita itu murni benar.
Kau akan selalu dapatkan apa yang kau inginkan untuk orang lain.
Berbahagia bukanlah takdir, namun pilihan”.

Akhirnya Beliau berkata:
“Jagalah pikiranmu, karena itu akan jadi perkataan.
Jagalah perkataanmu karena itu akan jadi tindakan.
Jagalah tindakanmu karena itu akan jadi kebiasaan.
Jagalah kebiasaanmu karena itu akan jadi karakter.
Jagalah karaktermu karena itu akan jadi nasibmu.
Dan nasibmu akan jadi hidupmu.
... dan...

Tak ada agama yang lebih tinggi daripada Kebenaran”.

~

*dikutip dari postingan Facebook salah satu sahabat Kang Soegie di Facebook*
10.59 | 0 komentar | Read More

Ibu... Seorang pembohong...

Written By Kang Soegie on Rabu, 16 Januari 2013 | 00.34

"Kasih Ibu, kepada beta... tak terhingga sepanjang masa... hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia..."

Siapa yang tak kenal dengan penggalan lirik lagu diatas, yang bercerita tentang betapa tulusnya kasih seorang Ibu. Seorang wanita perkasa yang mampu berperan sebagai seorang dokter, juru masak, ahli nutrisi, pengurus rumah tangga dan sebagai guru, semua pekerjaan tersebut, Ia rangkap sekaligus tanpa meminta gaji. Namun tahukah sahabat, kalau ternyata seorang ibu dalam hidupnya selalu membuat kebohongan-kebohongan. Apa sajakah itu ? Inilah kebohongan-kebohongan dalam hidup seorang Ibu :

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kepada anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, Ibu tidak lapar."

2. Waktu makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "Ibu tidak suka daging, makanlah nak..."

3. Tengah malam, saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, Ia berkata, "Istirahatlah nak, Ibu masih belum ngantuk..."

4. Saat anaknya sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu Nak, Ibu masih punya uang..."

5. Saat anak sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, Ibu tidak terbiasa tinggal disana..."

6. Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, Ibu tidak apa-apa..." dan ini adalah kebohongan terakhir yang dilakukan seoang Ibu.

So, sahabat Kang Soegie, tidak peduli seberapa kaya kita, seberapa dewasanya kita, seorang ibu selalu menganggap kita sebagai anak kecilnya. Ia selalu mengkhawatirkan diri kita tetapi tidak pernah sedikitpun membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya.

Semoga semua anak di dunia ini bisa menghargai setiap kebohongan seorang Ibu, karena beliaulah malaikat nyata yang dikirim Tuhan untuk menjaga kita.

Berbahagialah kalian, sahabat-sahabat Kang Soegie semua yang masih memiliki Ibu. Dan bahagiakanlah Ibumu selagi sempat sebelum semuanya terlambat.
00.34 | 0 komentar | Read More

Surga itu tempat ataukah Rasa ?

Written By Kang Soegie on Kamis, 10 Januari 2013 | 14.18

Pernahkah terbersit dalam pikiran kita sebuah pertanyaan "Surga itu sebuah tempat ataukah rasa ?"
Barangkali pertanyaan ini mungkin suatu pertanyaan yang jarang terpikirkan oleh kita ataupun sebagian orang. Dan barangkali juga, banyak orang akan dengan mudah menjawab pertanyaan di atas, dengan jawaban bahwa "Surga itu tempat". Dan di dalam Al-Qur'an sendiri surga yang disebut sebagai 'jannah', digambarkan sebagai sebuah tempat yang memiliki sungai-sungai dengan mata air yang jernih. "Jannatin tajri min tahtihal anhar", surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, demikian susunan kata-kata dipuluhan ayat Al-Qur'an, sementara kata 'janna' di sebut lebih dari 200 ka;i.

Surga juga digambarkan seperti sebuah istana kerajaan megah. Penghuninya bergelimang kemewahan. Seperti dinyatakan dalam surrah al-Kahfi ayat 31 yang melukiskan surga "Adn,"... mengalirlah sungai-sungai dibawahnya; dalam surga itu, mereka (penghuninya) dihiasi dengan kalung emas dan memakai pakaian hijau dari sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah".

Membayangkan surga yng digambarkan seperti dalam surrah Al-Kahfi: 13 itu tersebut jadi seperti membayangkan sebuah istana seorang sultan yang megah, ada taman-taman yang indah, perhiasan emas berkilauan, sofa yang empuk dengan desain maha karya luar biasa artistik, pakaian sutera yang indah... ya, berwarna hijau.

Dan sebuah istana biasanya dihiasi dengan dayang-dayangnya yang cantik atau, seperti yang banyak diceritakan dalam kisah-kisah seribu satu malam, dipenuhi dengan harem-harem manis nan molek, begitu juga surga dilukiskan, bidadari-bidadari nan cantik jelita senantiasa memperelok keindahan surga. "Di dalam surga itu, ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka..." demikian dalam surrah al-Rahman: 56. "...yang jelita, indah matanya, terlindung dalam rumah". Lalu dalam al-Waqi'ah: 22-23, "ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan dengan baik".

Di Surga, sebagaimana di gambarkan Al-Qur'an, minum-minuman dan buah-buahan juga dilukiskan seperti pesta-pesta para sultan, atau di kebun-kebun istana, para penghuni surga meminum anggur banyak-banyak, tapi tidak mabuk. Ada susu, madu dan aneka macam minuman lainnya. Buah-buahan tidak pernah berkurang. Di kebun, jika dipetik satu  buah, segera tumbuh lagi terus-menerus. Para penghuni surga memakan buah-buahan itu, tapi tidak pernah bosan.

Begutulah, Al-Qur'an selalu melukiskan surga secara mendetail, sebuah tempat nun jauh di sana, JANNATIN NA'IM, yang penuh kenikmatan. Ya, kenikmatan.

Lalu timbul sebuah pertanyaan. Surga yang digambarkan sebagai tempat nan penuh dengan kenikmatan, tapi dimanakah letak kenikmatan ? bukankah kenimkatan itu persektive ? bagi orang yang biasa hidup di gurun, dimana sumber air sangat langka, menemukan sungai dengan mata air jernih adalah kenikmatan luar biasa, tetapi tidak demikian halnya dengan mereka yang tinggal di Kalimantan misalnya, dimana sungai sangat mudah di jumpai, bahkan jadi pemandangan utama, dan sumber air juga gampang ditemui, jadi aliran sungai dengan air yang jernih bukanlah menjadi sebuah kenikmatan yang agung. apalagi kemawahan.

Dan barangkali, bagi orang gurun pula, yang menghadapi terik matahari sepanjang hari, sebuah tempat teduh akan terasa begitu nikmatnya. ZHILLIN MAMDUD, kata Al-Qur'an, naungan teduh yang terbentang luas. Namun, bagi orang-orang yang hidup di daerah dingin seperti desa-desa di kutub, di mana hari-hari hanya salju yang terlihat, orang di dataran Eskimo, misalnya, sebuah tempat teduh menjadi sama sekali tak mengesankan. Lalu, apakah di surga kelak, orang Kalimantan atau orang Eskimo misalnya, tak merasakan nikmat apa-apa alias biasa-biasa saja ?

Jadi... kembali ke pertanyaan semula. Surga itu Tempat atau Rasa ? WALLHU A'LAM, Allah sajalah Yang Mahatahu. Tapi ada sebuah pendapat yang rasanya masuk akal, begini pendapatnya. Al-Qur'an tak hanya memakai bahasa-bahasa indah, tapi juga bijak. Tentang surga, Al-Qur'an sebenarnya hendak melukiskan sebuah kebahagian tiada tara. Dan karena yang disapa adalah orang Arab yang memiliki kebudayaan tertentu, dengan kondisi sosiografis tertentu pula, Al-Qur'an sangat bijak dengan memilih metafor-metafor yang sangat dekat dengan mereka.

Mudahlah dipahami mengapa Al-Qur'an sangat menyukai kalimat TAJRI MIN TAHTIHAL ANHAR, surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Dengan kata-kata ini, yang disapa akan mudah menangkap, betapa nikmatnya surga, betapa bahagianya hidup disana. Keindahan dan kemegahan setting surga pun dilukiskan Al-Qur'an dengan mempertimbangkan memori masyarakat yang disapa. Yaitu tentang : istana, aksesoris, pepohonan, buah-buahan dan sebagainya. Kecantikan bidadari-bidadari juga digambarkan sesuai konsepsi kecantikan yang hidup di tempat Al-Qur'an di turunkan.

Sehingga bisa dikatakan, gambaran-gambaran surga dalam Al-Qr'an itu tak lain merupakan cara, ya sebuah cara untuk mengkomunikasikan betapa indahnya surga, betapa nikmat dan bahagianya hidup disana. Kalau gambaran surga dalam Al-Qur'an bersifat fixed, seperti itu adanya, tentu akan muncul banyak pertanyaan. Orang kulit hitam akan bertanya, "Bidadari di surga apakah ada yang berkulit hitam ?". Bukan hanya itu, kaum perempuanpun akan gelisah, "Apa disana tidak ada pangeran gagah ? koq Al-Qur'an cuma menyebut bidadari cantik saja ?"

Semua orang ingin merasa bahagia di surga, tapi khawatir tidak bahagia, karena hal-hal yang membuatnya bahagia tak tergambar atau tak terakomodir dalam Al-Qur'an. Padahal sudah jelas-jelas, Allah menjamin, surga ciptaan-Nya akan membuat semua penghuninya merasakan kebahagiaan tiada tara.

Jadi, Surga itu Tempat ataukah Rasa ?? pertanyaan itu mengemuka kembali dalam benak...

sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2009/12/11/surga-tempat-atau-rasa-36645.html
14.18 | 2 komentar | Read More

Sadisme dan Nudisme Dalam Tayangan Televisi

Written By Kang Soegie on Selasa, 18 Desember 2012 | 00.33

Beberapa minggu yang lalu, Kang Soegie beli DVD --bajakan sich tongue-- , di seorang penjual DVD yang gelar lapak di pasar senggol deket kost'an. Pilih-pilih beberapa DVD film yang salah satunya adalah serial "Spartacus: Vengeance".

Kang Soegie pilih DVD film serial tersebut karena dari covernya menjanjikan keseruan sebuah tontonan. Oya, Kang Soegie kebetulan senang lihat film kolosal yang bersetting romawi kuno seperti serial "Spartacus" tersebut ini.

DVD tersebut yang dalam satu keping berisi 9 fillm, karena satu dan banyak hal gak bisa langsung Kang Soegie tonton. Baru sempet Kang Soegie tonton tadi malam, itupun baru satu dua judul dari rangkaian serial tersebut. Dan baru dari satu dua judul tersebut, Kang Soegie cukup tercengang dengan adegan-adegan yang di umbar di film tersebut. Hampir sepanjang film, darah berhamburan, berceceran muncrat sana-sini. Euphoria kesadisan begitu sangat kental. Dan satu hal lagi, begitu banyak bertebaran scene-scene yang mempertontonkan ketelanjangan secara full frontal. Kang Soegie sontak berfikir, andai film ini hadir di bioskop Indonesia pasti sudah habis di babat sana-sini oleh badan sensor.

Penasaran Kang Soegie pun googling untuk mencari informasi seputar film serial "Spartacus: Vengeance" ini, dan Kang Soegie makin tercengang saja. Menurut wikipedia.com, "Spartacus: Vengeance" ini adalah sebuah serial televisi produksi New Zealand yang di tayangkan oleh Starz. Dan serial tersebut ini adalah sesion kedua setelah "Spartacus: Blood and Sand". Bayangkan pemirsa... sebuah tayangan televisi... ckckckkckck

Kang Soegie tidak tahu dengan pasti apakah serial ini main di tv kabel atau tv satelite yang bisa di akses oleh pelanggan yang ada di Indonesia atau gak, soalnya kebetulan Kang Soegie tidak berlangganan tayangan televisi beriuran. Cuma saja, kalau sebuah tayangan televisi saja yang sudah begitu mudah di akses udah sarat dengan brutalisme dan ketelanjangan, bagaimana dengan tayangan di media lainnya ? Memang di setiap episode ada peringatan bahwa tayangan tersebut ini mengandung violence yang berat dan sarat dengan adegan yang di pertontonkan khusus untuk dewasa. Dan bagi penonton di bawah umur, disarankan untuk tidak menyaksikan tayangan tersebut tanpa dampingan dari orang tua atau orang dewasa. Peringatan tersebut mungkin kalau untuk penonton di luar negeri sana, bisa sangat efective, Kang Soegie tidak begitu tahu, tapi kalau untuk disini ? Jadi ingat dampak tayangan acara "SMACKDOWN" pada anak-anak...

Jadi berhati-hatilah, waspadai setiap tontonan atau tayangan yang akan sangat mudah anak-anak kita akses atau dapatkan...

Salam ^^
00.33 | 0 komentar | Read More

KISAH SEORANG PRIA DAN 3 WANITA

Written By Kang Soegie on Kamis, 11 Oktober 2012 | 16.06

Tersebutlah kisah seorang yang pria mengencani 3 orang wanita dan memutuskan untuk menikahi salah satu dari mereka. Dia memberikan suatu test untuk ketiga wanita tersebut, yang masing-masing si wanita diberikannya uang 100 juta untuk dibelanjakan dan si pria akan melihat untuk apa uang tersebut digunakan.

Wanita 1 : Wanita ini pergi ke salon yang mahal, dan membelanjakan uangnya untuk perawatan-perawatan tubuh dan muka yang sangat mahal. Dan sisa uang dari perawatan dibelikan alat-alat kosmetik yang ekslusif dan baju-baju yang bagus sehingga ia terlihat sangat cantik di depan pria tersebut. Wanita ini berkata bahwa semua ini dia lakukan untuk membuatnya lebih menarik di depan sang pria dan karena ia sangat mencintai sang pria tersebut.
Si pria sangat terkesan...

Wanita 2 : Wanita ini pergi membelanjakan uangnya untuk membeli peralatan golf yang bagus, baju-baju pria yang mewah, dan seperangkat komputer yang canggih. Semua ini kemudian diberikan sebagai hadiah untuk sang pria. Ia berkata, ia membelanjakan semua uang tersebut untuk sang pria karena ia sangat mencintainya.
Si pria sangat terkesan...

Wanita 3 ; Wanita ini menginvestasikan uang yang diberikan sang pria ke bursa saham,dan ia mendapatkan keuntungan 2 kali lipat, dan ia mengembalikan uang yang diberikan kepada sang pria. Keuntungan yang diperoleh disimpannya di deposito bank atas nama mereka berdua. Dan hal tersebut ia lakukan untuk masa depan mereka berdua dan ia berkata bahwa sangat mencintai pria tersebut.
Si pria sangat terkesan...

Si pria berpikir sangat lama tentang keputusannya untuk menikahi wanita yang menurutnya paling bijak dalam membelanjakan uang yang diberikannya.

Dan akhirnya...

Ia memutuskan... bahwa yang akan dinikahinya adalah...  wanita yang paling besar payudaranya...!!

Bagaimanapun juga, Pria tetaplah seorang Pria...!!
16.06 | 2 komentar | Read More

MASIH PERLUKAH KITA MEMILIKI BANYAK GADGET CANGGIH ?

Written By Kang Soegie on Selasa, 14 Agustus 2012 | 15.42


Alhamdulillah, puasa udah berjalan ke hari yang ke 25. Itu tandanya sebentar lagi akan menyambut datangnya Idul Fitri alias Lebaran.

Lebaran, yang tinggal sebentar lagi, momentnya ditunggu ratusan juta umat muslim diseluruh jagat raya ini. Dan moment yang paling ditunggu oleh Kang Soegie serta kawan-kawan Kang Soegie yang berstatus karyawan pas Lebaran begini, apalagi kalau bukan THR alias Tunjangan Hari Raya. Saat pembagian THR adalah saat yang paling ditunggu siang dan malam. Betul tidak ?

Dan kalau udah menerima THR, senangnya bukan main. Kita bisa belanja-belanja untuk keperluan Hari Raya, belanja baju baru, sepatu baru, dan lain sebagainya yang baru-baru. Bahkan kalau memungkinkan belanja gadget baru.

Belanja gadget baru ? ya ! hal ini juga sering kita lakukan pada saat kita menerima THR. Mau dong, pas lebaran nanti saat keliling sungkem-sungkeman kita nenteng gadget terbaru yang canggih dan up to date. Itulah kenapa pusat-pusat penjualan elektronik dan gadgetpun --seperti halnya mall-mall yang pajang-pajang baju-baju indah dan bermerk-- tak kalah ramai dikunjungi orang pas jelang lebaran begini.

Punya gadget baru pas Lebaran nanti ? bangga banget !!!
Seperti halnya salah satu teman dekat Kang Soegie, dia baru saja menerima THR dan minta ditemani keliling-keliling ke Pusat Perbelanjaan untuk melihat-lihat dan mencari SMARTPHONE terbaru.
SMARTPHONE ? ya SMARTPHONE... paduan handset telepon dan komputer canggih nan mungil hingga bisa dengan mudah bisa dibawa kemana-mana.

Singkat cerita kamipun membawa pulang satu SMARTPHONE dengan merk ternama keluaran vendor asal Kanada yang tentunya harus ditukar dengan sejumlah uang yang lumayan banyak. Dan ternyata untuk mengaktifkan SMARTPHONE tersebut, si empunya harus memiliki alamat e'mail. Lalu Kang Soegie tanya, alamat e'mailmu apa ? dengan ragu dia jawab, untuk masuk ke Facebook ? Ini...
Keisengan Kang Soegie timbul, lalu tanya lagi... kamu punya akun yang lain gak ? dia jawab : TIDAK

Lalu Kang Soegie iseng-iseng tanya... Buat apa SMARTPHONE itu ? Teman Kang Soegie jawab untuk gaul di jejaring sosial seperti BBM dan Facebook.
Cuma untuk itu ? Tidak, dia bilang mau belajar gaul juga di Twitter seperti yang lain !.
Lalu untuk apa lagi ? , dia kembali jawab : ya gimana nanti !

oOo

Sobat-sobat, dari pengalaman yang Kang Soegie ceritakan, Kang Soegie cuma ingin berbagi "Kalau sekiranya cuma untuk beberapa hal yang tidak begitu memerlukan fitur-fitur dari berbagai macam gadget yang canggih, lalu untuk apa kita memilikinya ?". Bukankah tehnologi itu diciptakan untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya ?

Bukan sebuah kesalahan kita memiliki komputer jinjing, smartphone, tablet dan gadget-gedget canggih lainnya, kalau kita memang memerlukannya untuk menunjang kita punya lifestyle. Pergunakan sebaik-baiknya fitur-fitur dari gadget-gadget canggih tersebut untuk semakin memudahkan kita dalam kehidupan. Apakah itu untuk pekerjaan atau untuk lainnya.

Tapi kalau misalkan kita atau pekerjaan kita tidak begitu memerlukan bantuan dari fitur-fitur gadget-gadget canggih tersebut, apakah bukan pemborosan kita mengeluarkan sejumlah uang yang tidak sedikit untuk memaksakan kehendak demi memiliki gadget-gedget canggih tersebut ? Apakah gak mubadzir kalau BB kita kelentang-kelenting bunyi cuma karena koment-koment'an di Facebook, atau kita nongkrong di Mall nenteng Tablet cuma untuk lihat-lihat timeline Twitter, atau bahkan cuma sebagai pengganti media player atau pengambil gambar ?

Tul gak kawan-kawan ? hehehehe...tersenyum lebar
15.42 | 0 komentar | Read More

BE GRATEFUL AND HAPPY

Written By Kang Soegie on Kamis, 05 Juli 2012 | 12.35

KISAH SEEKOR KATAK DAN SIPUT.
Ada seekor siput selalu memandang sinis terhadap katak.
Suatu hari, katak yang kehilangan yang kehilangan kesabarannya akhirnya berkata kepada siput.
"Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya ?"
Siput pun menjawab : "Kalian, kaum katak mempunyai empat kaki dan bisa melompat kesana-kemari, tapi saya mesti membawa cangkang yang berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih."
Katak lalu menjawab : "Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami."
Dan seketika, ada seekor elang besar yang terbang ke arah mereka, siput dengan cepat memasukkan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang.
Akhirnya siput baru sadar... ternyata cangkang yang dimilikinya bukan merupakan suatu beban, tetapi adalah kelebihannya.

Kawan-kawan, pesan yang terkandung dari cerita di atas adalah :Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain. Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan. Lebih baik pikirkanlah apa yang kita miliki, hal tersebut akan membawakan lebih banyak rasa syukur dan kebagiaan bagi kita sendiri.


BERKAT tidak selalu berupa emas, intan permata atau uang yang melimpah, bukan pula saat kita tinggal dirumah mewah dan pergi bermobil.
Namun BERKAT adalah saat kita kuat dalam keadaan putus asa dan tetap BERSYUKUR saat kita tidak punya apa-apa.
Bisa tetap TERSENYUM saat diremehkan... :) :)

JANGAN MENYERAH - D'Masiv

Tak ada manusia
yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan KuasaNya
Bagi hambaNya yang sabar
dan tak kenal putus asa.

12.35 | 0 komentar | Read More

WORDS OF WISDOM

Written By Kang Soegie on Kamis, 28 Juni 2012 | 16.50

KUMPULAN KATA-KATA MUTIARA

16.50 | 0 komentar | Read More

IMPOSSIBLE IS NOTHING

Tidak ada yang "tidak mungkin" di dunia ini, selama kita percaya. 

INSYA ALLAH - MAHER ZEIN feat FADLY PADI
Ketika kau tak sanggup melangkah
Hilang arah dalam kesendirian
Tiada mentari bagai malam yang kelam
Tiada tempat untuk berlabuh
Bertahan terus berharap
Allah selalu di sisimu

Reff:
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Every time you commit one more mistake
You feel you can’t repent and that it’s way too late
You’re so confused wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
But don’t despair and never lose hope
’cause Allah is always by your side

Reff2:
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah you’ll find a way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah ada jalan

Turn to Allah He’s never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray
Oh Ya Allah tuntun langkahku di jalanmu
Hanya engkaulah pelitaku
Tuntun aku di jalanmu selamanya

Reff3:
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way
Insya Allah, Insya Allah
Insya Allah we’ll find our way

I BELIEVE I CAN FLY – R. KELLY

I used to think that I could not go on
And life was nothing but an awful song
But now I know the meaning of true love
I’m leaning on the everlasting arms
If I can see it, then I can do it
If I just believe it, there’s nothing to it

(Chorus)
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
Spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly

See I was on the verge of breaking down
Sometimes silence can seem so loud
There are miracles in life I must achieve
But first I know it starts inside of me oohh
If I can see it, then I can be it
If I just believe it, there’s nothing to it

(Chorus)
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
spread my wings and fly away
I believe I can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly
I believe I can fly
I believe I can fly
hey’Cause I believe in you
oh…………..
If I can see it, then I can do it (I can do..)
If I just believe it, there’s nothing to it

(Chorus)
I believe I can fly
I believe I can touch the sky
I think about it every night and day
spread my wings and fly away
I believe i can soar
I see me running through that open door
I believe I can fly (I can fly)
I believe I can fly (I can fly)
I believe I can fly (I can fly)
Hey if I just spread my wings (I can fly)
I can fly (I can fly)
I can fly (I can fly)
I can fly (I can fly)
Hey if I just spread my wings (I can fly)
I can fly…(i can fly,i can fly)
woo… (i can fly)
hmmmmm…fly, fly, fly

MUJIZAT ITU NYATA – EDWARD CHEN

Tak terbatas kuasaMu Tuhan
Semua dapat kau lakukan
Apa yang kelihatan mustahil bagiku
Itu sangat mungkin bagiMu

Reff:
Di saat ku tak berdaya
KuasaMu yang sempurna
Ketika ku percaya
Mujizat itu nyata

Bukan kar’na kekuatan
Namun rohMu ya Tuhan
Ketika ku berdoa
Mujizat itu nyata

Bridge:
Mujizat itu dekat dimulutku
Dan ku hidup oleh percaya

WHEN YOU BELIEVE – MARIAH CAREY feat WHITNEY HOUSTON

Many nights we prayed, with no proof anyone could hear
In our hearts a hopeful song, we barely understood
Now we are not afraid, although we know there’s much to fear
We were moving mountains long, before we knew we could
Chorus:
There can be miracles, when you believe
Though hope is frail, It’s hard to kill
Who knows what miracles, you can achieve
When you believe, somehow you will
You will when you believe

In this time of fear, when prayer so often proves in vain
Hope seems like the summer birds, too swiftly flown away
Yet now I’m standing here, my heart so full I can’t explain
Seeking faith and speaking words, I’d never thought I’d say
Chorus:
There can be miracles, When you believe (When you believe)
Though hope is frail, It’s hard to kill
Who knows what miracles, You can achieve (You can achieve)
When you believe, somehow you will
You will when you believe
Bridge:
They don’t always happen when you ask
And it’s easy to give into your fear
But when you’re blinded by your pain
Can’t see you way clear through the rain
A small but still resilient voice
Says help is very near
Chorus:
There can be miracles (miracles)
When you believe (When you believe)
Though hope is frail
It’s hard to kill
Who knows what miracles
You can achieve (You can achieve)
When you believe
Somehow you will
Somehow you will
You will when you believe
You will when you, you will when you believe
Just believe, just believe
You will when you believe

13.37 | 0 komentar | Read More

HARI PERTANGGUNGJAWABAN

Written By Kang Soegie on Sabtu, 23 Juni 2012 | 11.17

TAUFIK ISMAIL - KETIKA TANGAN DAN KAKI BICARA
CHRISYE

Akan datang hari
Mulut dikunci
Kata tak ada lagi
Akan tiba masa
Tak ada suara
Dari mulut kita
Berkata tangan kita
Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita
Kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita
Bila harinya
Tanggung jawab, tiba…
Rabbana
Tangan kami
Kaki kami
Mulut kami
Mata hati kami
Luruskanlah
Kukuhkanlah
Di jalan cahaya
Sempurna
Mohon karunia
Kepada kami
HambaMu
Yang hina 

11.17 | 0 komentar | Read More

Anthony De Mello - LAILA dan RAMA - Arti Sebentuk Pengorbanan

Written By Kang Soegie on Senin, 11 Juni 2012 | 19.29



Kawan... dalam CINTA katanya ada pengorbanan.... Lalu kalau PENGORBANAN , seperti ini, apakah sebuah kesia-sia'an atau bukan ?
Cerita ini diambil dari buku DO'A SANG KATAK, karangan Anthony De Mello .
bercerita tentang PENGORBANAN LAILA untuk orang yang di kasihinya yaitu RAMA .

 # Mari kita baca bersama-sama, kisahnya... 

LAILA dan RAMA

Laila dan Rama saling mengasihi, tetapi mereka terlalu miskin untuk menikah sekarang.
Mereka diam di sebuah desa yang terpisah oleh sungai besar, yang didiami banyak buaya.

Pada  suatu  hari  Laila  mendengar bahwa Rama sakit keras tanpa ada yang merawat. 
Ia bergegas ke tepi sungai dan mendesak tukang perahu, agar menyeberangkan dia, meskipun ia
tidak punya uang untuk membayarnya.

Tetapi tukang perahu jahat itu menolak, dia baru mau menyebrangkan Laila dengan satu syarat, yaitu Laila harus mau tidur dengannya. 
Wanita celaka ini memohon dan mendesak, tetapi tidak berdaya.  
Maka karena putus-asa ia setuju dengan syarat si tukang perahu.

Ketika ia akhirnya sampai ke tempat Rama, ia menemukan Rama hampir mati. 
Laila pun tinggal bersama Rama sebulan lamanya, dan merawatnya sampai sembuh kembali. 
Pada suatu hari Rama bertanya, bagaimana Laila dapat menyeberangi sungai.  
Karena tidak bisa berbohong kepada kekasihnya, iapun menceritakan apa adanya.

Ketika Rama mendengar ceritanya, ia  menjadi sangat marah sekali, karena ia menilai keutamaan melebihi hidup. 
Rama mengusir Laila dari rumahnya dan tidak sudi melihat dia lagi.

Nha, kawan-kawan , kalau membaca cerita tentang PENGORBANAN Laila untuk Rama tersebut , apakah itu masih bisa disebut dengan PENGORBANAN ataukah malah KEKONYOLAN ?

Tapi kadang, beberapa personal mengimplementasikan arti dari Loyalitas atau Kesetiaan dan Pengorbanan untuk hal yang dipercayainya atau diyakinina memang bisa sangat extrem.

Lalu bagaimana dengan Anda ?
19.29 | 0 komentar | Read More

Tidak perlu "BAYANGKANLAH" untuk tahu bahwa didunia "TAK ADA YANG ABADI"

Written By Kang Soegie on Minggu, 10 Juni 2012 | 01.27

TAK ADA YANG ABADI - PETERPAN

Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu
Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah memudar
Reff:
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Biarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilang
Tak kan selamanya tanganku mendekapmu
Tak kan selamanya raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti
Back to Reff 

BAYANGKANLAH - PADI

Bayangkanlah bila aku tak lagi menjadi kekasihmu
Bayangkanlah bila bumi tak mampu lagi berputar
Bayangkanlah bila aku terpisah jauh darimu
Bayangkanlah bila mentari tak mampu lagi menyinari dunia
Reff.
Dengarlah duhai kekasih
Hidup tak selamanya indah
Renungkan wahai sahabat
Hadapilah semua yang akan terjadi.
Bayangkanlah bila aku tak setia lagi kepadamu
Bayangkanlah bila mata tak mampu lagi memandang
Bayangkanlah bila aku terpikat hati yang lainnya
Bayangkanlah bila cinta tak mampu lagi mendamaikan dunia
Back to Reff.
Duhai Tuhan… kuserahkan hidupku 



01.27 | 0 komentar | Read More

JIKA SURGA DAN NERAKA TAK PERNAH ADA

Written By Kang Soegie on Kamis, 17 Mei 2012 | 02.51

Jika Surga dan Neraka tak pernah ada.. Sebuah penggalan lirik dari lagu yang berjudul sama yang dinyanyikan oleh Alm. Chrisye yang berduet dengan Ahmad Dani.

Jika kita telaah lirik lagu tersebut dan kita coba renungkan, memang benar adanya, pertanyaan yang coba dilontarkan oleh Ahmad Dani lewat lagu tersebut.

Jika memang Tuhan Sang Maha Pencipta tidak menciptakan Surga untuk reward bagi umat yang taat menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya serta tidak menciptakan Neraka sebagai tempat penyiksaan bagi para pendosa yang tidak mau menjalankan perintahNya dan malah melakukan apa-apa yang dilarangNya, kita sebagai umat manusia, masihkah mau berbuat kebaikan ? , masihkan takut untuk melakukan tindak kejahatan ?

Dan coba kembali tanya hati kita, kita selama ini berbuat baik itu apakah hanya untuk mengejar Surga dan menjauhkan diri dari Neraka ?

Kalau Tuhan Sang Maha Pencipta tidak menciptakan Surga dan Neraka di kehidupan kedua nanti, apa dan bagaimana tingkah laku yang akan kita jalani selama kita hidup ?

Jika karma tidak pernah ada, apakah kita masih takut untuk menjahati orang lainnya ? masihkah kita sudi mengasihi sesama kita ? walaupun masing-masing dari kita diciptakan Tuhan dengan keunikan sendiri-sendiri. Satu sama lain tidak pernah punya kesamaan.

Masihkah ???

02.51 | 0 komentar | Read More